RSS

The Story of Gold Cucumber


Once upon a time, there was a joko who lived alone,Because there was no one on her side,she felt and dreamed of the presence of a child.In the small village.She say at heart”when I have a child,I tired of live alone”.. And she think for call BUTO IJO.
Joko  : It has been a long time I haven’t got a child, Last minnner is call buto
ijo.
(She clack his hand, and buto ijo is coming)
Buto ijo : ha..ha…ha…ha…. !! Why you called me ??
Joko              : I have one request to you it has been a long time I haven’t a child. Can
you help me ?
Buto ijo : of course, but I have one prerequirement for you!
Joko              : what is ?
Buto ijo : If you have a child, you must give me if your child grow up.
Joko              : O.K !!!
Buto ijo : This is a seeds cucumber. And if cucumber already ripe. Pick them and
crack. And you have a new child
Joko              : Thanks

Two weeks passed and the cucumber started to bear fruits,andthere was one which was large and shined like gold. The joko pickad the large cucumberand splitted it carefully and it appeared that therewas a cute baby was named Timun Emas. And as the time goes,timun emas grow up. Buto ijo goes to timun emas hut and he dun timun emas joko promise.
 
Buto ijo : where is your child ??
Mother  : She goes to play with her friend
Buto ijo : Don’t lie! You must keep your promise !
Mother  : But She really plays with her friend !!
Buto ijo : O. K.. but you must call your child now !!
Mother  : ye… yeah  !!

Few minutes latter ,,,, In friend timun emas’s home
  
Mother            :  Timun emas.. I want say important matter to you !
Timun emas     :  What is mom ?
Mother                        :  Actually, before you was born, I have one promise to buto ijo
Timun emas     :  Who is buto ijo?
Mother                        :  He is evil giant who help me to have a child and I make a
promise to him when you grow up,I must give you to him. Now
you must run far from here and I give you four small package
contaid cucumber seeds,needles,salt and terasi.I will pray for you
safety from the giant

Next mother say to buto ijo
Mother         : Buto ijo…. Timun emas not in anywhere
Buto ijo      : Don,t lie again
(afterwards,buto ijo look timun emas)
There is timun emas ! don’t run !!
Mother                  : Run timun emas… Run !!!
  
Buto ijo overtake timun emas…
  
He chased her. When she was almost caught,she dispersed the cucumber seeds from the package and they suddenly became cucumber field. He was interested in eating the cucumber. Thenshe was almost caught she dispersed the needles from the package that became bamboo field. His feet were wounded and bled.pricked by the bamboos. Yet he didn’t give up and kept chasing her,then she dispersed the salt from the package and the field became a sea. Yet he kept chasing her. Finally, she dispersed the terasi from the package. Suddenlyappeared boiling sea mud, and finally he was dead. With the dead of the giant,Timun emascould live happily with her mother

Read More..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

तेमन-तेमंकू




kangen teman2 nih udah lama gak kumpul bareng






Read More..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gabungkan VoIP Rakyat dan PABX Kampus

(Suara Merdeka Minggu - Rubrik Konek 21 September 2008)

Lebih dari seribu tenaga pengajar dikirim oleh pemerintah untuk studi ke luar negeri. Komunikasi antara mereka dengan masing-masing institusinya seringkali dibutuhkan. Namun biaya percakapan ke luar negeri tidak dapat digolongkan murah. Bagaimana jika dengan VoIP Rakyat?




Berdasarkan data dari dikti.org, terdapat lebih dari seribu tenaga pengajar di berbagai universitas diberangkatkan untuk studi lanjut ke universitas-universitas luar negeri oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti). Mereka tersebar ke berbagai perguruan tinggi di Asia, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Australia, Timur Tengah, dan Uni Eropa.
Umumnya komunikasi yang terjalin antara mereka dan institusinya masing-masing dilakukan melalui e-mail, surat pos, atau SMS. Meskipun biaya percakapan ke luar negeri sudah diturunkan, percakapan via telepon hanya dilakukan jika terpaksa karena faktor kepentingan yang mendesak.
Padahal dengan adanya jaringan internet yang saat ini umumnya telah ada di berbagai kampus, biaya percakapan tersebut dapat diturunkan ke titik yang paling rendah. Bahkan gabungan antara jaringan internet, PABX, dan VoIP Rakyat dapat dimanfaatkan oleh seluruh individu di dalam kampus, melalui ektensinya masing-masing.

Jaringan Internet di Kampus
Melalui dana hibah teknologi informasi dan komunikasi dari pemerintah, banyak kampus di indonesia saat ini telah memiliki fasilitas internet dan jaringan komputer di dalamnya. Bagi dunia pendidikan, internet memang sudah menjadi paket fasilitas yang wajib disediakan untuk dosen dan mahasiswanya dalam rangka memperlancar proses pembelajaran.
Bahkan bandwidth di setiap universitas saat ini tidak lagi dalam satuan KB, melainkan MB. Sehingga kecepatannya juga relatif mencukupi kebutuhan pengguna di dalam kampus. Bahkan beberapa pengelola jaringan internet kampus sudah mulai memperbolehkan komunikasi melalui instant messenger karena kapasitas internet yang memadai.
Sedangkan fasilitas PABX umumnya juga telah dimiliki oleh banyak universitas yang memiliki banyak percabangan telepon. Setiap percabangan telepon di sisi pelanggan mempunyai nomor tersendiri yang sering disebut sebagai nomor ekstensi. Dengan menggabungkan internet dan PABX, akan memungkinkan adanya komunikasi dari perangkat VoIP ke dalam kampus.
Agar tidak melanggar hukum tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi, fasilitas VoIP jangan disambungkan ke jaringan Telkom. Fasilitas tersebut hanya disambungkan ke jaringan PABX, atau extension di kantor. Sehingga komunikasi terjadi antara telepon internal kantor dan pengguna VoIP. Namun jika Anda mengunjungi situs www.sipbroker.com, tampak ribuan sentral telepon VoIP yang dapat menghubungkan kita ke berbagai negara.
Apabila sudah VoIP sudah terinstalasi, maka komunikasi antara universitas dengan tenaga pengajarnya yang tersebar ke luar negeri tidak lagi mahal. Umumnya, setiap kampus di luar negeri telah dilengkapi dengan koneksi internet supercepat melalui hotspot yang bertebaran di setiap lokasi.
Bahkan jika ingin berlangganan sendiri, biaya koneksi internet di negara-negara sasaran studi di atas sangat terjangkau oleh uang saku mahasiswa. Sehingga mereka hanya perlu memikirkan instalasi software VoIP seperti X-Lite di dalam laptop masing-masing untuk berkomunikasi. Software ini dapat ditemukan di http://www.tucows.com/preview/309984.
Jika pengguna VoIP di luar negeri menginginkan untuk dapat melakukan kontak langsung ke berbagai nomor telepon di Indonesia, ada baiknya untuk menggunakan voipdiscount.com. Dengan layanan tersebut, Anda akan dikenai biaya 0.050 Euro atau Rp 675 per menit untuk telepon ke PSTN. Sedangkan untuk nomor telepon seluler akan dikenai biaya 0.110 Euro atau Rp 1.475 per menit.

Integrasi ke PABX
Untuk menghubungkan antara jaringan internet dan PABX, diperlukan perangkat keras yang akan menjembatani komunikasi VoIP dari jaringan internet ke PSTN di belakang PABX. Contoh dari berbagai perangkat keras tersebut dapat ditemukan di situs http://www.planet.com.tw/en/solution/solution_p_list.php?id=460&id2=372 dan http://developer.voiprakyat.or.id/forum/viewtopic.php?f=6&t=794.
Perangkat keras ini sering disebut sebagai Internet Telephony Gateway atau ITG. Bentuknya mirip seperti hub atau switch yang umumnya ada di dalam perangkat jaringan komputer. Di dalam perangkat ini tersedia beberapa konektor yang menghubungkan ke berbagai perangkat.
Satu konektor RJ-45 untuk disambung ke jaringan komputer (LAN) untuk mengakses Internet. Satu konektor FXS untuk disambung langsung ke pesawat telepon atau faksimile. Sedangkan konektor FXO dapat disambung ke PABX sehingga memungkinkan digunakan oleh banyak orang di dalam kantor.
Dengan adanya integrasi ITG ke PABX, staf pengajar yang dikirim ke luar negeri dapat dengan mudah berkomunikasi ke setiap ekstensi di kampusnya dengan biaya yang hampir tidak ada. Begitu juga sebaliknya dengan pihak kampus ketika ingin berkomunikasi dengan tenaga pengajarnya di luar negeri.
Berbagai kerjasama dengan institusi di luar negeri dimungkinkan dapat tercipta karena biaya telekomunikasi yang murah.

Read More..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS